Cerita di Balik Batik Tiga Negri

Owner Shawl & co

Posted on February 04 2021

Cerita di Balik Batik Tiga Negri

 

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Batik dari seluruh derah Indonesia pun sangat beragam. Namun, apakah kamu sudah mengenal Kain Batik Tiga Negri?

Batik Tiga Negri merupakan batik yang mulanya mengalami proses pewarnaan yang berpindah-pindah di tiga daerah. Warna merah dicelup di Lasem, biru di Pekalongan, sedangkan coklat  soga di Solo atau Yogyakarta. Mitosnya, pewarnaan kain harus dilakukan di tiga daerah tersebut, kalau tidak nantinya maka tidak akan mendapatkan warna yang sesuai dan khas.

Tapi tahukah kamu, bahwa Batik Tiga Negri juga merupakan mahakarya peranakan Cina di pesisir utara Jawa dan Solo? Batik Tiga Negri sarat akan pesan akulturasi dan kebaragaman budaya. Batik ini hadir dikala masa sulit penduduk kolonial dan kriris ekonomi di pulau Jawa. Menghadirkan kebangkitan kesadaran akan nasionalisme.

Hal tersebut tercermin dari warna merah getih pitik (darah ayam) cerminan tradisi Cina dari Lasem. 

Warna merah juga diidentikkan dengan masyarakat Tionghoa pada saat perayaan Imlek sebagai warna keberuntungan, keberhasilan dan pembawa nasib baik.

Berdasarkan cerita di masa lampau, saat perayaan Imlek terdapat sosok monster yang menyerang dan menculik penduduk desa di Tahun baru. Monster tersebut takut dengan tiga hal, yaitu api, kebisingan, dan warna merah. Monster tersebut bisa dikalahkan dengan tiga hal tersebut. Sejak saat itu warna merah dianggap sebagai warna kekuatan dan keberuntungan saat Imlek

Seperti yang dikatakan budayawan sekaligus peneliti, David Kwa, warna merah memiliki makna lambang kebahagiaan. Maka dari itu merah menjadi warna yang selalu ada dalam perayaan Imlek masyarakat Tionghoa. 

Batik Tiga Negri di era sekarang

Pada masanya Batik tiga negri hanya diproduksi oleh pengusaha batik Cina di daerah pesisir Jawa. Namun sayang kini batik tiga negri termasuk dalam salah satu kain yang terancam punah. Tercatat diperlukan waktu hingga tiga bulan dalam proses pewarnaan Batik Tiga Negri. 

Batik Tiga Negri pun kini berhenti di generasi ketiga anak Tjoa Giok Tjiam, produsen batik tiga negri yang terkenal. Sudahberhenti pada 2014 lalu, alasannya karena sulit mencari pengrajin batik yang baik dan sesuai.

Mungkin hikayat Batik Tiga Negri tidak banyak diketahui generasi muda saat ini. Namun perlu diketahui, dalam sekedar Batik Tiga Negri sarat akan nilai keberagaman dan toleransi.

Yuk terus kita lestarikan Batik Tiga Negri agar tak lekang oleh zaman.

More Posts

25 comments

  • arterpege: April 01, 2021

    http://gcialisk.com/ – cialis for sale online

  • arterpege: March 30, 2021

    https://hcialischeapc.com/ – cialis prescription online

  • TyronePat: March 23, 2021

    The last measure I byword Gail Dines stand up for, at a convention in Boston, she moved the audience to tears with her portrait of the problems caused nearby dirt, and provoked sniggering with her intelligent observations near pornographers themselves. Activists in the audience were newly inspired, and men at the conclusion – multifarious of whom had on no account viewed obscenity as a disturbed before – queued up afterwards to pawn their support. The scene highlighted Dines’s unsound charisma and the factually that, since the expiry of Andrea Dworkin, she has risen to that most sensitive and interesting of public roles: the great’s leading anti-pornography campaigner.

    thetranny

  • Reginasoalo: March 01, 2021

    Winter gifts for you – https://redirect.7offers.ru/e36bfc98

  • KarenMak: February 12, 2021

    Winter gifts for you – http://link-world.xyz/WIVrH

Leave a comment